Padang lamun adalah ekosistem laut dangkal yang didominasi oleh tumbuhan berbunga (angiospermae) yang hidup sepenuhnya di bawah air laut. Ekosistem ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan mendukung kehidupan berbagai spesies laut.
Lamun atau seagrass terdiri dari berbagai jenis tumbuhan berbunga yang hidup di dasar perairan dangkal dan jernih, dan secara global terdapat sekitar 60 spesies, dengan Indonesia menjadi salah satu negara dengan keanekaragaman lamun tertinggi di dunia, yaitu sekitar 13 jenis. Beberapa jenis lamun yang umum ditemukan di perairan Indonesia antara lain Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, dan Syringodium isoetifolium.
Lamun atau padang lamun mengalami penurunan tutupan di banyak wilayah pesisir dunia, termasuk Indonesia. Indonesia memiliki sekitar 30.000 km² potensi habitat lamun, namun diperkirakan hanya sekitar 40–50% yang masih dalam kondisi baik, sisanya mengalami degradasi akibat reklamasi, pencemaran, dan aktivitas manusia lainnya.
Lamun memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut. Sebagai habitat alami, padang lamun menyediakan tempat berlindung, berkembang biak, dan mencari makan bagi berbagai biota laut seperti dugong, penyu, ikan, dan invertebrata. Lamun juga berfungsi sebagai penstabil sedimen karena akarnya yang padat menahan pasir dan lumpur di dasar laut, sehingga membantu mencegah erosi pantai.
Untuk melihat distribusi dan kondisi dugong, lamun, dan mangrove secara visual, Anda dapat mengunjungi halaman peta interaktif di situs kami melalui dugong.dev-ads.id/peta. Di sana, Anda bisa menjelajahi peta yang menampilkan lokasi-lokasi penting dari ketiga elemen tersebut dengan detail. Gunakan fitur zoom dan geser peta untuk menemukan area pesisir yang ingin Anda lihat,
Selengkapnya